Postingan Terbaru

Penggunaan Operator Artimatika dan Operator Lain dengan Pemrograman C++














LIHAT TUTORIAL PEMROGRAMAN JAVA DISINI 
Operator merupakan simbol yang akan digunakan untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi. Untuk menghasilkan suatu nilai operator harus menerima operand. Sedangkan ungkapan merupakan gabungan antara operator dengan operand yang menghasilkan nilai ungkapan, contoh :

6 + 10 – 4

Pada ungkapan diatas terdiri dari dua operator yaitu + (penjumlahan) dan - (pengurangan) dan tiga operand yaitu 6, 10 dan 4, nilai ungkapan diatas adalah 12.

Sifat-Sifat Operator
 1. Unary
Sifat unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatika
Contoh : -5

  2. Binary
Sifat binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik
Contoh : 4+8

 3. Ternary
Sifat tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand atau lebih pada suatu operasi aritmatik.
Contoh :
( 10 % 3) + 4 + 2

A. OPERATOR ARITMATIKA


Contoh Program
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
int d,b,a,c;
b = 7;
a = 5;
c = 2;
d = b * b - 4 * a * c;
cout<<"Nilai d = "<<d<<endl;
//mencari sisa bagi
int sisa;
sisa = 20 % 3;
cout<<"Sisa 20 % 3 = "<<sisa<<endl;
getch();
}

Hasil Program


B. OPERATOR BITWISE

Contoh Program
#include<iostream.h>
#include<conio.h>

void main()
{
unsigned long a,b,x;
a = 50;
b = 3;
x = a << b;
cout<<"Hasil "<<a<<" << "<<b<<" = "<<x<<endl;
x = a >> b;
cout<<"Hasil "<<a<<" >> "<<b<<" = "<<x<<endl;
x = a & b;
cout<<"Hasil "<<a<<" & "<<b<<" = "<<x<<endl;
x = a | b;
cout<<"Hasil "<<a<<" | "<<b<<" = "<<x<<endl;
x = a ^ b;
cout<<"Hasil "<<a<<" ^ "<<b<<" = "<<x<<endl;
x = ~a;
cout<<"Hasil ~"<<a<<" = "<<x<<endl;
getch();
}

Hasil Program :

C. OPERATOR PEMBERI NILAI / MAJEMUK
Operator majemuk digunakan untuk memendekkan penulisan suatu penugasan.
x = x + 5;
y = y – 8;

Dapat ditulis :
x += 5;
y -= 8;

 Contoh Program :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int a;
a = 20;
cout<<"Nilai a sekarang = "<<a<<endl;
a += 5;
cout<<"Nilai a += 5 sekarang = "<<a<<endl;
a -= 3;
cout<<"Nilai a -= 3 sekarang = "<<a<<endl;
a *= 2;
cout<<"Nilai a *= 2 sekarang = "<<a<<endl;
a %= 3;
cout<<"Nilai a %= 3 sekarang = "<<a<<endl;
a <<= 1; //a = a << 1;
cout<<"Nilai a <<= 1 sekarang = "<<a<<endl;
a >>= 1; //a = a >> 1;
cout<<"Nilai a >>= 1 sekarang = "<<a<<endl;
getch();
}

Hasil Program :

D. OPERATOR PENAMBAH 1 (INCREMENT) DAN PENGURANG 1 (DECREMENT)
 Digunakan untuk menaikkan dan menurunkan nilai variabel yang bertipe bilangan bulat. Bentuk operator ini adalah ++ (penaikkan) dan -- (penurunan). Sebagai contoh :
x = x + 1;
y = y - 1;

Dapat ditulis :
y--;
x++;
atau
--y;
++x;
Contoh Program :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>


void main()
{
int a,b,c;
a = 15;
//variabel a dinaikkan 1 baru dijumlahkan dengan 10
b = 10 + ++a;
cout<<"Isi b = "<<b<<endl;
//variabel b dijumlahkan dengan 10 baru b dinaikkan 1
c = 10 + b++;
cout<<"Isi b = "<<b<<endl;
cout<<"Isi c = "<<c<<endl;
getch();
}

Hasil Program :

E. OPERATOR RELASI / PEMBANDING
Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil perbandingan menghasilkan nilai numerik 1 (true) atau 0 (false).
Contoh Program :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>

void main()
{
int a,b,hasil;
a = 45;
b = 25;
hasil = a == b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" == "<<b<<" = "<<hasil<<endl;
hasil = a != b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" != "<<b<<" = "<<hasil<<endl;
hasil = a > b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" > "<<b<<" = "<<hasil<<endl;
hasil = a < b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" < "<<b<<" = "<<hasil<<endl;
hasil = a >= b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" >= "<<b<<" = "<<hasil<<endl;
hasil = a <= b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" <= "<<b<<" = "<<hasil<<endl;
getch();
}

Hasil Program
F. OPERATOR LOGIKA
Operasi Logika digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (true) atau 0 (false).
Contoh Program :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>

void main()
{
int hasil;
cout<<"Operator logika && (dan)"<<'\n';
hasil = (5 > 2) && (4 > 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 2) && (4 > 3)= "<<hasil<<endl;
hasil = (5 < 2) && (4 > 3);
cout<<"Hasil logika (5 < 2) && (4 > 3)= "<<hasil<<endl;
hasil = (5 > 2) && (4 < 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 2) && (4 < 3)= "<<hasil<<endl;
hasil = (5 < 2) && (4 < 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 3) && (4 > 3)= "<<hasil<<endl;
cout<<"\nOperator logika || (atau)"<<'\n';
hasil = (5 > 2) || (4 > 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 2) || (4 > 3)= "<<hasil<<endl;
hasil = (5 < 2) || (4 > 3);
cout<<"Hasil logika (5 < 2) || (4 > 3)= "<<hasil<<endl;
hasil = (5 > 2) || (4 < 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 2) || (4 < 3)= "<<hasil<<endl;
hasil = (5 < 2) || (4 < 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 3) || (4 > 3)= "<<hasil<<endl;
cout<<"\nOperator logika !"<<'\n';
hasil = !(5 > 2);
cout<<"Hasil logika !(5 > 2) = "<<hasil<<endl;
hasil = !(5 < 2);
cout<<"Hasil logika !(5 < 2) = "<<hasil<<endl;
getch();
}


Hasil Program :
G. OPERATOR KONDISI
 Operator kondisi digunakan untuk mendapatkan sebuah nilai dari dua kemungkinan berdasarkan suatu kondisi. Bentuk operator kondisi :

Ungkapan1?ungkapan2:ungkapan3


Jika ungkapan1 diuji bernilai benar maka hasilnya adalah ungkapan2, jika salah maka hasilnya adalah ungkapan3.

Contoh Program :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>

void main()
{
int angka1, angka2, maks;
angka1 = 70;
angka2 = 90;
maks = (angka1 > angka2)?angka1:angka2;
cout<<"Angka terbesar = "<<maks<<endl;
getch();
}

Hasil Program :

Demikianlah jenis-jenis operator dalam C++, semoga bermanfaat bagi sahabat uniqo, terimakasih sahabat uniqo yang telah berkunjung, jangan lupa di share kepada teman-temannya.. ^_^
BACA JUGA
BACA JUGA

Android Portal Indonesia